BBitung Riak
Wisata Bahari Selat Lembeh & Diving Muck

Selat Lembeh, Kiblat Muck Diving Dunia di Perairan Bitung

Selat Lembeh di Bitung jadi tujuan penyelam dunia yang berburu satwa laut mungil di dasar berpasir. Simak alasan, akses, dan tips menyelamnya.

Selat Lembeh, Kiblat Muck Diving Dunia di Perairan Bitung

Fakta Kunci

  • Selat Lembeh memisahkan daratan Bitung di kaki Gunung Dua Saudara dari Pulau Lembeh
  • Dikenal untuk muck diving, penyelaman di dasar berpasir dan berlumpur untuk mencari satwa kecil
  • Satwa incaran penyelam antara lain hairy frogfish, mimic octopus, dan beragam nudibranch
  • Akses dari Bandara Sam Ratulangi Manado dilanjutkan darat ke Bitung sekitar satu setengah jam
  • Air selat cenderung tenang karena terlindung pulau, cocok untuk penyelaman fotografi makro

Dasar Berlumpur yang Diburu Penyelam Dunia

Turun beberapa meter ke dasar Selat Lembeh, mata pemula sering kecewa. Tidak ada terumbu warna-warni menjulang seperti di kartu pos. Yang ada hamparan pasir gelap, potongan ranting, dan sisa-sisa dasar laut yang terlihat kosong. Tapi di situlah justru kekayaan Selat Lembeh bersembunyi. Penyelam menyebut aktivitas ini muck diving, menyelam di dasar berpasir dan berlumpur untuk berburu satwa laut berukuran mungil yang menyamar di antara pasir dan puing.

Selat Lembeh adalah jalur air sempit yang memisahkan daratan Kota Bitung di kaki Gunung Dua Saudara dari Pulau Lembeh. Posisi terlindung ini membuat arus relatif tenang dan visibilitas stabil, kondisi ideal untuk penyelam yang butuh waktu lama mengamati satu titik. Bagi komunitas selam internasional, nama Lembeh sudah lama identik dengan muck diving kelas atas.

Satwa Mungil, Buruan Para Fotografer Makro

Yang membuat penyelam datang jauh-jauh ke Bitung adalah penghuni dasar selat. Hairy frogfish yang tubuhnya berjumbai menyerupai lumut, mimic octopus yang bisa meniru bentuk hewan lain, aneka nudibranch dengan corak cerah, hingga berbagai jenis gurita dan udang kecil yang bersembunyi di lubang pasir. Satwa-satwa ini kecil, kadang seukuran kuku jari, dan butuh mata terlatih serta pemandu lokal untuk menemukannya.

Karena ukurannya yang kecil, Selat Lembeh menjadi lokasi favorit fotografer bawah air, khususnya penggemar fotografi makro. Satu penyelaman bisa dihabiskan hanya untuk mengabadikan satu ekor satwa dari berbagai sudut. Pemandu selam setempat memegang peran penting. Mereka hafal titik-titik tempat satwa tertentu biasa muncul dan bisa menunjuk hewan yang nyaris mustahil dilihat mata awam. Keahlian pemandu inilah salah satu aset besar wisata selam Bitung.

Penting dicatat, muck diving menuntut disiplin daya apung. Sekali sirip menyentuh dasar, pasir berhamburan, jarak pandang hilang, dan satwa yang sedang diamati kabur. Karena itu penyelaman di Lembeh cocok bagi yang sudah punya kontrol dasar, meski banyak penyelam pemula juga belajar di sini di bawah pengawasan ketat.

Akses, Musim, dan Tips Menyelam di Bitung

Perjalanan ke Selat Lembeh umumnya lewat Bandara Sam Ratulangi di Manado, lalu lanjut darat ke Bitung dengan waktu tempuh sekitar satu setengah jam tergantung lalu lintas. Dari sisi daratan Bitung, penyelam menyeberang dengan perahu ke titik-titik selam yang tersebar di sepanjang selat, banyak di antaranya dekat Pulau Lembeh.

Sejumlah resor selam beroperasi di kawasan ini dengan paket menginap yang mencakup penyelaman harian. Harga bervariasi mengikuti kelas akomodasi, dari yang sederhana sampai yang berstandar internasional, jadi ada baiknya membandingkan beberapa operator sebelum memesan. Bagi yang tidak menginap di resor, penyelaman harian juga bisa diatur lewat operator selam di Bitung.

Selat Lembeh bisa diselami sepanjang tahun karena kondisi airnya yang relatif terlindung. Suhu air hangat khas perairan tropis, sehingga wetsuit tipis biasanya cukup. Untuk hasil foto terbaik, bawa perlengkapan makro dan jangan lupa senter atau lampu selam karena banyak satwa berada di celah gelap. Yang tak kalah penting, ikuti aturan tidak menyentuh atau memindahkan satwa. Ekosistem dasar selat rapuh, dan kelestariannya adalah alasan penyelam terus kembali ke Bitung.

Di luar aktivitas selam, kunjungan ke Bitung bisa dipadu dengan menikmati kehidupan pesisir dan kuliner laut setempat. Kota pelabuhan ini punya ritme hidup yang lekat dengan laut, dan interaksi dengan warga sekitar sering jadi bagian pengalaman yang sama berkesannya dengan penyelaman itu sendiri.

Video Pilihan

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apa itu muck diving di Selat Lembeh?

Muck diving adalah penyelaman di dasar berpasir dan berlumpur untuk mencari satwa laut berukuran kecil yang menyamar. Selat Lembeh di Bitung dikenal luas sebagai salah satu lokasi terbaiknya.

Bagaimana cara menuju Selat Lembeh?

Umumnya lewat Bandara Sam Ratulangi Manado, lalu perjalanan darat ke Bitung sekitar satu setengah jam. Dari Bitung, penyelam menyeberang dengan perahu ke titik selam di sepanjang selat.

Satwa apa yang bisa dilihat di Selat Lembeh?

Antara lain hairy frogfish, mimic octopus, beragam nudibranch, serta berbagai jenis gurita dan udang kecil. Ukurannya mungil sehingga butuh pemandu lokal untuk menemukannya.

Apakah pemula bisa menyelam di Selat Lembeh?

Bisa, dengan pengawasan pemandu bersertifikat. Namun muck diving menuntut kontrol daya apung yang baik agar tidak mengaduk pasir dan mengganggu satwa, jadi latihan dasar tetap dianjurkan.